Penelitian Farmasi Klinis

images

Penelitian farmasi klinis?

Mungkin banyak di antara kita yang belum ‘ngeh’ sama bidang yang satu ini. Atau mungkin ada yang sudah tahu tapi tidak peduli dan terkesan meremehkan.

Penelitian farmasi klinis bisa diartikan sebagai penelitian pada bidang ilmu Farmasi Klinis. Farmasi klinis sendiri merupakan cabang ilmu farmasi tentang pelayanan pada pasien yang mengoptimalkan pengobatan, sehingga dapat menunjang kesehatan dan kesembuhan pasien [1].

Jadi, penelitian farmasi klinis bukanlah penelitian yang mengharuskan penelitinya untuk bekerja di lab, berkutat dengan reagen kimia ataupun hewan percobaan karena peneliti harus berhadapan langsung dengan manusia. Penelitian ini bisa dikatakan penelitian sosialnya farmasi tanpa mengesampingkan aspek ilmu Farmasi itu sendiri.

Contohnya saja penelitian tentang evaluasi penggunaan obat di suatu rumah sakit yang dikaitkan dengan tingkat kekambuhan suatu penyakit. Untuk melakukannya bisa saja digunakan metode eksperimental dengan memberikan perlakuan tertentu kepada kelompok tertentu, sementara kelompok lain dibiarkan tanpa perlakuan (kelompok kontrol). Namun, biasanya mahasiswa S1 melakukan penelitian secara non-eksperimental atau observasi saja.

Di sinilah letak kelemahan penelitian ini. Di kampus saya, penelitian di bidang ini seringkali kontroversial dan diremehkan. Mungkin karena penelitian ini tidak melibatkan perlakuan khusus. Mungkin karena penelitian ini dianggap ‘gampang’, tinggal ambil data dari rekam medik atau kuesioner, olah, lalu penelitian selesai. Mungkin juga karena penelitian ini sering dijadikan pelarian bagi yang tidak ingin bekerja di laboratorium. Atau terkadang penelitian yang ‘sederhana’ ini dibuat menjadi lebih sederhana lagi dengan mengabaikan aspek-aspek tertentu, sehingga validitasnya menjadi diragukan.

Padahal menurut saya, penelitian ini memiliki kesulitan yang berbeda. Pertama, sumber datanya tidak berada di kampus, jadi harus bolak-balik rumah sakit atau klinik. Kedua, mengambil data itu tidak mudah, banyak birokrasi yang harus ditembus. Ketiga, subjek penelitian ini bukan zat kimia, bukan simplisia, bukan pula hewan coba, melainkan manusia, yang untuk menghadapinya tidak bisa sembarangan. Keempat, mengolah data-data ‘abstrak’ seperti hasil wawancara/kuesioner menjadi data konkret yang terukur bukan hal mudah. Kelima, mempertanggungjawabkan hasil yang diperoleh seringkali tak kalah sulit dengan penelitian eksperimental, metode, cara pengolahan data, seringkali dipertanyakan.

Dengan kesulitan yang seperti itu, rasanya tidak baik bila kita menganggap penelitian ini mudah dan terkesan berolok-olok. Bayangkan, bila penelitian klinis ini tidak ada, apakah kita mengetahui obat yang memberikan efek samping yang tidak diinginkan pada pasien? Apakah akan diketahui bahwa kepatuhan merupakan kunci keberhasilan terapi? Apakah akan diketahui bahwa pemberian informasi obat kepada pasien akan meningkatkan tingkat kepatuhan pasien? Mungkin tidak.

Maka, untuk menaikkan derajat penelitian di bidang farmasi klinis ini agar setara dengan penelitian bidang lainnya, perlu dijamin bahwa hasil penelitian yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak masalah bila penelitian yang dilakukan agak sulit dan membutuhkan pengolahan data yang rumit, asalkan keabsahan data terjamin.

Tulisan ini sama sekali bukan untuk memprovokasi ataupun memicu konflik, melainkan untuk berbagi opini dan meluruskan anggapan yang kurang tepat tentang penelitian di bidang farmasi klinis.

- seorang mahasiswi yang ingin melakukan penelitian di bidang ini, tetapi entah bagaimana nasibnya nanti, hanya Allah yang tahu -

[1].en.wikipedia.org/wiki/Clinical_pharmacy

About these ads

6 comments

  1. Hm. Klinis, ya.
    Saya pernah dengar sih, tapi bukan farmasi, melainkan bidang kedokteran klinis. Saya tahunya di manga “Team Medical Dragon”. :mrgreen:

    Dan mari berdoa, semoga kamu berhasil. :)

  2. wahh..mirip sama penelitian kedokteran ya mi, melihat efek terapi obat tertentu pada pasien tertentu.

    farmasi kayaknya mmg identik sama percobaan di lab kan y, pake mencit dan main bedah..hehe, tp aku setuju sm opini kamu. sukses ya!

    1. iya an, kalau di kedokteran kayaknya banyak penelitian klinis ya?
      that’s right, farmasi identik dengan lab, mulai dari isolasi senyawa obat, penentuan jenis senyawa dan penentuan kadar, uji aktivitas farmakologis, sampai membuat sediaan..
      amin, makasih ya :D

  3. hmm . kebetulan sy mhasisiwi farmasi yg lagi cari2 referensi ttg penelitian frmasi klinik . krn kyknya sering bgt dgr penelitian farmasi yg berhubungan dgn tanaman,zat2 kimia,dan hewan. Jadi terinspirasi deh krn tulisan kamu ini . jadi penasaran pengen coba ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s